POLL

Setelah Lulus SMP, Tujuan kamu adalah
 

Kamu Perlu Tahu

Logo Kampus Vincentius
vincentius
article thumbnail

  Makna Logo: · Sebuah pohon dengan 3 buah cabang. Kampus Santo Vincentius yang kokoh bersatu sebagai tempat untuk mendidik generasi muda · 3 cabang dengan 3 lingkaran d [ ... ]


Kamera In Action

  • Tertangkap Kamera
  • Tertangkap Kamera
  • Tertangkap Kamera
  • Tertangkap Kamera
  • Tertangkap Kamera
  • Tertangkap Kamera

Sekitar Kita

PSB2018
06/10/2016 | vincentius
article thumbnail

Untuk Informasi Lebih Lanjut silahkan Hubungi Kami. Form Pendaftaran TK dapat di Download disini. Form Pendaftaran SD dapat di Download disini. Form Pendaftaran SMP dapat di Download disini.  [ ... ]


ID Card
30/09/2014 | vincentius
article thumbnail


Other Articles
Santa Angela

St. Angela Merici

Vision of Saint Angela

Vision of Saint Angela

Santa Angela dilahirkan tanggal 21 Maret 1474 di sebuah kota kecil Desenzano Italia, dan memiliki seorang saudari perempuan. Angela menerima pendidikan yang baik dari kedua orang tuanya yang saleh. Ibunya mengajarkan pekerjaan rumah tangga kepada putri-putrinya. Dan sifat sosial ibunya yang selalu memperhatikan orang-orang yang mengalami kesukaran dan kemiskinan direkam oleh Angela. Ayahnya memiliki sebuah ladang anggur. Kedua orang tua Angela sering menceritakan kisah orang kudus kepada anak-anaknya, sehingga seringkali kedua putrinya bermain dan berkhayal menjadi pertapa dan pendoa. Kedua orang tua Angela meninggal karena terkena wabah suatu penyakit ketika ia masih berusia 10 tahun. Kemudian Angela dan kakak perempuannya diasuh oleh pamannya di kota Salo tempat kelahiran ibunya. Pada saat Angela berusia 13 tahun, kakak perempuan Angela meninggal pula dan ini membuat Angela menjadi sangat sedih dan kehilangan. Dia bertanya-tanya di manakah saudarinya yang ia cintai itu? Di surgakah? Atau di api penyucian? Mungkinkah di neraka? Dalam usianya yang masih sangat muda itu, Angela sudah mulai berpikir mengenai dosa dan akibatnya.
     
      Suatu hari, ketika Angela sedang berada di ladang, dia melihat sebuah visiun (penglihatan) serombongan malaikat naik turun tangga yang menghubungkan dunia dengan surga....dan di antara malaikat-malaikat itu ada serombongan gadis-gadis. Angela mengenali saudarinya juga ada di sana. Visiun ini membuat Angela berkeinginan untuk bergabung dengan saudarinya dan memberikan dirinya kepada Tuhan.

     
      Di masa remaja, Angela tumbuh menjadi seorang remaja yang menarik. Dia mudah bergaul dengan segala macam lapisan orang; pejabat maupun bangsawan, juga orang kecil dan sederhana. Akan tetapi, pergaulannya di kota besar Salo ini kadang mengusik hati kecil Angela. Bukankah dia ingin menyerahkan diri kepada Tuhan untuk menjadi milik Kristus? Dia ingin melepaskan diri dari kebebasan sebagai orang kota dan menyembunyikan dirinya. Kemudian ia bergabung dengan Ordo ketiga dari para pastor Fransiskan agar ia mudah menerima komuni dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Hidupnya menjadi sungguh sangat sederhana. Angela ingin meneladani hidup Santo Fransiskus, dia berharap tak memiliki apa pun, bahkan tak memiliki tempat tidur dan hidup dengan makan roti dan sedikit sayuran serta minum air putih.
     
      Ketika Angela berusia 22 tahun pamannya meninggal, dan Angela pun kembali ke Desenzano. Di sana ia terketuk hatinya untuk mengajari anak-anak tetangganya yang miskin yang tidak mendapatkan pengajaran dari orang tuanya tentang agama dan perbuatan baik. Suatu hari ia mendapat penglihatan kembali, dia melihat dirinya sedang memberi pelajaran agama kepada para pemudi. Sejak itu ia menyadari Tuhan memanggilnya untuk melakukan tugas seperti itu. Kemudian dia mengajak teman-teman wanitanya yang bergabung dengan ordo ketiga untuk mengumpulkan dana guna mendidik anak-anak dan para pemudi di sekitarnya dengan pengajaran-pengajaran yang sistematis dan teratur. Pekerjaan tersebut dilakukan dengan penuh kerendahan hati dan akhirnya berkembang. Maka Angela pun mengajak teman-temannya untuk memulai tugas baru yaitu membuka sekolah bagi anak-anak putri.
     
     
Suatu hari Angela diberi tugas yang pertama sebagai seorang anggota Ordo Santo Fransiskus. Tugasnya adalah menghibur sepasang bangsawan di kota Brescia yang baru kehilangan anak-anaknya. Pada waktu itu di kota Brescia terjadi perang yang mengakibatkan berbagai kehancuran. Banyak penduduk mengalami penderitaan. Anak-anak terlantar, dan gadis-gadis dipermainkan dan direndahkan. Kemiskinan merajalela dan terjadi kemerosotan nilai-nilai hidup di dalam masyarakat. Sedikit demi sedikit Angela membantu semua yang membutuhkannya. Yang sedih dihiburnya, yang bertengkar didamaikan. Dia membawa damai di hati para imam, menasihati anak perempuan, menjadi penengah dalam keluarga, dan membela hak-hak kaum perempuan. Dia juga mendirikan sebuah sekolah. Karya pendidikannya berkembang pesat dan disenangi banyak orang.
     
      Demikianlah Santa Angela berkarya selama 14 tahun di kota Brescia. Dalam diri Angela senantiasa timbul pertanyaan, "Apa yang dapat aku lakukan bagi mereka yang menderita?" Banyak perempuan yang menghargai dan mendukung pelayanan Angela. Para penduduk pun menghormati apa yang dilakukan Angela dan menganggap dia sebagai seorang nabi perempuan dan seorang santa.
     
      Suatu hari Angela berziarah ke Tanah Suci bersama teman-temannya. Dalam perjalanan ke tanah suci di Yerusalem, Angela mengalami kejadian pahit. Kedua matanya tiba-tiba menjadi buta. Namun, ia tetap bersemangat untuk mengunjungi tanah suci meski teman-temannya mengusulkan untuk tidak meneruskan perjalanannya. Angela tetap berteguh hati melanjutkan sambil berserah diri kepada Tuhan di sepanjang perjalanannya. Karena imannya yang begitu besar, Tuhan akhirnya memberikan mukjizat. Penglihatan Angela menjadi pulih kembali ketika ia pulang dari ziarah itu, tepat di tempat saat Angela mengalami kebutaan. Di tengah perjalanan itu pula bayangan visiun yang Angela alami saat berada di Desenzano melintas terus di pikirannya, yaitu penglihatan mengenai rombongan malaikat naik turun ke surga dan di antaranya terdapat kumpulan para gadis. Tiba-tiba dia mendengar suatu suara dalam hatinya: "Bukalah hati, Angela, sebelum engkau meninggal, engkau akan mendirikan perkumpulan wanita di Brescia yang menjadi harta Tuhan sendiri." Mendengar suara itu, Angela merasa tak layak dan ia sempat menunda pelaksanaanya hingga Tuhan mendesaknya dan menyatakan bahwa Dia akan mendampinginya selalu.

     
     
Setelah Angela kembali ke Brescia, ia mengumpulkan para pendukungnya dan membuat semacam biara yang sangat sederhana pada tahun 1533. Dibentuklah peraturan yang sederhana dan diadakan pelayanan pendidikan agama bagi anak-anak dan kaum miskin serta mengarahkan para pendukungnya pada karya cinta kasih lainnya. 12 orang tinggal bersamanya di dekat Gereja St. Afra, tetapi sejumlah wanita yang lain tinggal bersama keluarga dan saudara-saudarinya. 2 tahun kemudian 28 orang wanita yang mendukung Angela mempersembahkan diri sepenuhnya untuk melayani Tuhan. Angela menempatkan mereka dalam perlindungan St. Ursula, yaitu Santa pelindung pendidikan tertinggi di abad pertengahan yang dihormati sebagai pemimpin para wanita dan juga teladan martir dan keperawanan Kristen. Putri-putrinya yang mengabdi ini diberi nama Putri-Putri Ursulin.
     
     
Jadi tgl 25 November 1535 merupakan permulaaan didirikannya Ordo Suster-Suster Ursulin. Semasa hidup Angela sebagai ibu pendiri ordo, para suster tidak mengenakan busana kebiaraan tetapi mengenakan rok berwarna hitam, tidak ada kaul dan tidak ada komunitas. Mereka berkumpul bersama dalam kelompok dan menyembah Tuhan, melaksanakan tugas-tugas sebagaimana yang diberikan kepada mereka dan hidup kudus di tengah-tengah keluarga mereka. Ordo ini kemudian berkembang dan banyak perubahan terjadi. Namun, yang jelas ordo ini tak pernah kehilangan tujuan utamanya yaitu memberikan pendidikan agama pada anak-anak gadis terutama kepada mereka yang miskin. Angela wafat tanggal 27 Januari 1540 setelah mengalami sakit sebelumnya.
     
     
Setelah Angela wafat, kurang lebih 25 tahun kemudian, pemimpin Gereja mengizinkan biara itu hidup sungguh-sungguh seperti biara lainnya. Tahun 1807 Santa Angela dinyatakan sebagai orang kudus oleh Paus Pius VII. Biara yang didirikannya ini terus berkembang hingga saat ini.Santa Angela wafat meninggalkan sebuah perkumpulan yang kecil.....yang dalam 450 tahun terakhir bertumbuh menjadi suatu perhimpunan yang besar dengan putri-putrinya yang beraneka ragam tetapi spiritualitasnya sama : Spiritualitas santa Angela.
     
      Tuhan telah memilih Santa Angela untuk mengembangkan perkumpulan para perawan demi tugas yang luhur, dan Santa Angela telah mengembangkan talenta yang dimilikinya sebagai pendidik anak-anak kecil, sehingga akhirnya membuahkan hasil yang gemilang. Bagaimana dengan kita sebagai umat yang telah dipilih dan dikasihi Tuhan, sudahkah mengembangkan talenta-talenta kita demi kemuliaan Tuhansehingga tidak menjadi bakat yang terpendam?

Makam St.Angela

Makam St.Angela