POLL

Setelah Lulus SMP, Tujuan kamu adalah
 

Kamu Perlu Tahu

Logo Kampus Vincentius
vincentius
article thumbnail

  Makna Logo: · Sebuah pohon dengan 3 buah cabang. Kampus Santo Vincentius yang kokoh bersatu sebagai tempat untuk mendidik generasi muda · 3 cabang dengan 3 lingkaran d [ ... ]


Kamera In Action

  • Tertangkap Kamera
  • Tertangkap Kamera
  • Tertangkap Kamera
  • Tertangkap Kamera
  • Tertangkap Kamera
  • Tertangkap Kamera

Sekitar Kita

Kreatif
22/09/2016 | vincentius
article thumbnail

Menumbuhkan Kreatifitas Anak   Semua orangtua ingin anaknya kreatif dan pandai. Kreativitas tidak muncul tiba-tiba, tetapi tahap demi tahap tumbuh dari pengalaman sehari-hari sejak usia dini. Salah [ ... ]


PSB2018
06/10/2016 | vincentius
article thumbnail

Untuk Informasi Lebih Lanjut silahkan Hubungi Kami. Form Pendaftaran TK dapat di Download disini. Form Pendaftaran SD dapat di Download disini. Form Pendaftaran SMP dapat di Download disini.  [ ... ]


Other Articles
Teknologi

 PLTN dan Krisis Listrik Negeri Ini

 

Seperti tidak ada habis-habisnya, beragam krisis menimpa negeri ini, Krisis Kepemimpinan, Krisis Kepercayaan, Krisis Pangan, Krisis Ekonomi, Bahkan Sampai krisis listrik menimpa negeri yang kaya raya akan sumber energi ini. Kali Ini mari kita memberi tanggapan akan Krisis yang satu ini yaitu Krisis Listrik.

Indonesia menghadapi tantangan yang sangat berat berkaitan dengan masalah Listrik, Pemadaman di pelosok-pelosok desa yang jauh dari sumber Energi, bahkan juga terjadi didaerah yang dekat sumber energi, bahkan Jakarta pun tidak luput dari pemadaman listrik. Ironis memang, negara yang kaya akan sumber daya alam ini ternyata lebih dari 37% penduduknya belum bisa menikmati Listrik dengan layak. Padahal kalau di telusuri pemadaman listrik ini menimpulkan efek yang sangat merugikan yang sangat besar baik materiil maupun moril.

Sebut saja Industri yang terhenti Proses produksinya karena aliran listrik padam yang mengakibatkan industri tersebut tidak dapat menghasilkan barang yang di jual dipasaran, dengan tidak adanya barang yang dijual maka keuntungan tidak bisa di dapat oleh industri tersebut yang apada akhirnya tidak mampu membayar gaji para karyawan dan kemudian menyatakan pailit.  Seluruh karyawan pada akhirnya PHK dan tidak mendapat tunjangan apa-apa.

Telah lama Pemerintah berencana untuk keluar dari masalah krisis ini salah satunya dengan wacana pembangunan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) yang idenya sebenarnya sudah muncul sejak tahun 1956. Bahkan Studinya yang melibatkan Perusahaan-perusahan internasional dari beberapa negara seperti BECCHTEL INTERNATIONAL (Amerika), SOFRATOME (Prancis), CESEN (Italy) telah dimulai dari tahun 1985. Tetapi entah mengapa sampai kini belum ada satupun PLTN yang beroperasi. Banyak Ketakutan-ketakutan masyarakat terhadap PLTN terlebih setelah terjadi kecelakaan pada PLTN Fukushima yang diakibatkan oleh gempa dan Tsunami.

Mungkin Mitos-mitos Tentang Energi Nuklir berikut ini menjadi jawaban atas ketakutan-ketakutan masyarakat kita

1. Masalah Terbesar dari Energi Nuklir adalah keselamatan

Keselamatan tentu masalah kritis, seperti tragedi di Jepang adalah sangat jelas. Tapi selama bertahun-tahun, tantangan terbesar untuk energi nuklir sebelum keselamatan, adalah biaya. Perkiraan kotor, dalam membangun PLTN adalah $ 5 miliar. Sebuah studi 2009 MIT (Massachusetts Institute of Technology) memperkirakan bahwa biaya produksi energi nuklir (termasuk konstruksi, pemeliharaan dan bahan bakar) sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan dengan pembangkit listrik yang menggunakan batubara atau Gas alam.

2. PLTN adalah sasaran empuk bagi Terrorists (Musuh)

Sangat mudah untuk menjadi takut bila mendengar serangan teroris pada PLTN nuklir. Setelah serangan 11 September, bayangkan Bila itu terjadi pada PLTN Pasti akan berdampak lebih besar. Tentu saja ada resiko yang nyata: ahli Nuclear  Matius Bunn dari Harvard University telah menunjukkan bahwa serangan teroris yang direncanakan dengan baik mungkin akan menghasilkan jenis kegagalan simultan dalam sistem cadangan seperti pada reaktor Jepang. Tapi itu jauh lebih sulit dari yang kita pikirkan, teroris akan mengalami kesulitan besar untuk membuat dampak fisik yang sama seperti gempa bumi seperti 11 Maret lalu pada reaktor Jepang. Mereka juga sulit untuk memasuki kubah beton dan hambatan lainnya yang mengelilingi reaktor, tidak semudah yang kita bayangkan.  Dan meskipun serangan telah dicoba di masa lalu - yang paling terkenal oleh separatis Basque di Spanyol pada tahun 1977 - tidak ada yang mengakibatkan kerusakan luas. Tentu saja, kolam air di reaktor yang digunakan sebagai tempat bahan bakar, yang berada di luar kubah penahanan, lebih rentan daripada reaktor dan dapat menyebabkan kerusakan nyata jika diserang; ada perdebatan antara analis dan industri tentang apakah teroris secara efektif dapat menargetkan tempat itu.

3.Tenaga nuklir adalah kunci untuk kemandirian energi

Ketika orang berbicara tentang kemandirian energi, maka kita berpikir tentang minyak bumi, yang banyak digunakan dalam kendaraan dan mesin-mesin industri. Ketika mereka berbicara tentang nuklir,mereka berpikir lebih banyak tentang Kelistrikan. Lebih banyak tenaga nuklir berarti konsumsi batu bara berkurang, gas alam berkurang, atau lebih sedikit penggunaan tenaga air dan energi tenaga angin. Tetapi jika kita mulai meletakkan pembangkit listrik tenaga nuklir di mobil kita, kita akan menyadari bahwa tidak ada pengurangan penggunakan minyak. Dengan Nuklir kita mengharapkan dapat menekan penggunaan minyak bumi, sayangnya hampir semua kelistrikan tergantung dari minyak bumi, maka kesempatan Nuklir untuk menggantikan peran minyak bumi menjadi hilang.

4. Teknologi yang lebih baik dapat meningkatkan keamanan PLTN.

Teknologi dapat meningkatkan Keselamatan memang benar tetapi tidak dapat menghilangkan dari resiko tenaga Nuklir itu sendiri. Reaktor Nuklir di Jepang menggunakan teknologi lama yang meningkatkan resiko kerentanan mereka terhadap bencana nuklir. Pada Generasi terbaru reaktor "didinginkan secara pasif" yang berarti jika daya cadangan gagal seperti yang terjadi dijepang, kebocoran akan lebih mudah diantisipasi atau di hindari. ("Pendingin pasif" bervariatif, tetapi fitur umumnya adalah pendingin ini dapat bekerja dengan sedikit atau tanpa ketergantungan sumberdaya dari luar). Teknologi lainnya yang lebih mudah adalah struktur penahan bangunan yang lebih kokoh juga dapat mengurangi resiko kebocoran tersebut.
Apa yang terjadi di jepang mengingatkan kita bahwa kerentanan dapat terjadi dari hal yang tidak terduga dalam suatu sistem yang begitu kompleks. kehati-hatian dalam  pengembangan reaktor nuklir dapat meminimalisir kemungkinan terjadi bencana nuklir tetapi tidak dapat menghilangkan kemungkinan terjadinya bencana. Yang terpenting adalah Operator dan pihak berwenang siap untuk menghadapi bencana tersebut bila segala antisipasi yang telah dibuat gagal bahkan untuk tetap bekerja jika terjadi bencana itu terjadi.


Sebagian Besar dari sumber daya energi memiliki resiko masing-masing. Ditahun lalu kita dapat melihat Tumpahan minyak di teluk meksiko, Ledakan dahysat yang berakibat fatal pada tambang batubara milik Upper Big Branch di Barat Virginia dan sekarang apa yang terjadi di Jepang Krisis Nuklir setelah terjadinya gempa Bumi.

Setelah mengetahui beberapa penjelasan diatas seharusnya kita dapat berpendapat apakah teknologi Nuklir tetap dibutuhkan oleh bangsa ini atau menggunakan Sumber daya lain yang memiliki resiko tinggi pula.

Apakah anda termasuk orang yang mendukung Pemerintah dalam upayanya mengatasi krisis Listrik dengan cara pembangunan PLTN atau kah Anda termasuk orang yang menentang keras penggunaan Teknologi Nuklir tersebut?

 Sumber www.washingtonpost.com, Wikipedia, dan www.batan.go.id

{jcomments on}